PUNCAK
MAHAMERU
Gunung
Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi
di Pulau Jawa,
dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut, Kawah di puncak
Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Semeru mempunyai kawasan hutan
Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung..Posisi
gunung ini terletak di antara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan
Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55' BT. Meskipun lumayan
dingin tapi jangan hiraukan lagi keindahan di puncak mahameru, untuk menempuh
jalan ke puncak mahameru di butuhkan waktu yang cukup lama bahkan untuk bolak
balik pulang pergi membutuhkan waktu kira- kira 4 hari loooo…. Wahhhh lama ya
tapi kecapean akan musnah setelah melihat keindahan puncak mahameru.
Pertama
– tama untuk orang biasa sulit untuk
menemukan jalur pendakian, kadang banyak orang yang mengatakan mereka hanya
berputar –putar disekitar desa ranu pane,
maka sebaiknya setelah gapura perhatikan
terus ke kiri jangan mengikuti arah kebun penduduk untuk jalan yang lebar Jalur
awal yang kita lalui cukup landai, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada
setiap 100m, kita ikuti saja tanda ini. Setelah berjalan sekitar 5 Km menyusuri
lereng bukit yang banyak ditumbuhi Edelweis, kita akan sampai di Watu Rejeng.
Kita akan melihat batu terjal yang sangat indah. Kita saksikan pemandangan yang
sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit yang ditumbuhi hutan cemara dan
pinus. Kadang kala kita dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Dari
sini kita bisa menuju pos pendakian di Ranu Kumbolo yang masih harus kita
tempuh dengan jarak sekitar 4,5 Km.
Keduan
Ranu Kumbolo - Oro Oro Ombo – Cemoro
Kandang Dari Ranu Kumbolo sebaiknya
menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kita mendaki bukit
terjal, dengan pemandangan yang sangat indah dibelakang ke arah danau. Di depan
bukit kita terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro
ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang
sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus
seperti di Eropa
Ketiga
Cemoro Kandang - Pos Kalimati
Dari
Cemoro Kandang kita akan menuju Pos Kalimati yang berada pada ketinggian 2.700
m, disini kita dapat mendirikan tenda untuk beristirahat dan mempersiapkan
fisik. Kemudian meneruskan pendakian pada pagi-pagi sekali pukul 24.00. dari
arcopodo di Kalimati banyak terdapat
tikus gunung bila kita mendirikan tenda dan ingin tidur sebaiknya menyimpan
makanan dalam satu tempat yang aman.
Keempat
Pos Kalimati - Arcopodo
Untuk menuju Arcopodo kita berbelok ke kiri
(Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan)
sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati
melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan
berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang
stabil dan sering longsor.
Kelima
dari acropodo ke puncak mahameru
Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan
waktu 3-4 jam (santai), melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah
merosot. Semua barang bawaan sebaiknya kita tinggal di Arcopodo atau di
Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul
02.00 pagi dari Arcopodo. Badan dalam kondisi segar, dan efektif dalam
menggunakan air.. Di puncak Gunung Mahameru (Semeru) pendaki disarankan untuk
tidak menuju kawah Jonggring Saloko, juga dilarang mendaki dari sisi sebelah
selatan, karena adanya gas beracun dan aliran lahar. Suhu dipuncak Mahameru
berkisar 4 - 10 derajad Celcius, pada puncak musim kemarau minus 0 derajat
Celcius, dan dijumpai kristal-kristal es. Cuaca sering berkabut terutama pada
siang, sore dan malam hari.
Keenam
Jalur Pendakian Ayek-Ayek
Puncak Mahameru bisa juga ditempuh melalui
jalur pintas yaitu Jalur Gunung Ayek Ayek. Jalur ini biasanya dipakai oleh
pendaki lokal, kondisi jalur sangat curam dan cukup berbahaya. Untuk menemukan
jalur ini dari desa Ranu Pane perjalanan bisa dimulai dengan melintasi kebun
sayuran penduduk yang berupa tanaman bawang dan kol (kubis). Melintasi kawasan
kebun sayuran di siang hari terasa panas dan berdebu sehingga akan lebih baik
jika pendaki mengenakan kacamata dan masker penutup hidung. Jalur agak landai
dan sedikit berdebu melintasi kawasan hutan yang didominasi oleh tanaman
penghijauan berupa akasi dan cemara gunung.. Di kejauhan kita dapat menyaksikan
puncak mahameru yang bersembunyi di balik gunung Kepolo, sekali-kali nampak
gunung Semeru menyemburkan asap wedus gembel. Jalur mulai menurun tetapi perlu
tetap waspada karena rawan longsor. Tumbuhan yang ada berupa rumput dan cemara
yag diselingin Edelweis. Masih dalam posisi menyusuri tebing terjal sekitar 30
menit kita akan tiba di tempat yang agak datar, celah yang cukup luas pertemuan
dua gunung. Di sini pendaki dapat beristirahat sejenak melepaskan lelah.
Beberapa. Setelah puas beristirahat perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri
tebing terjal yang agak melingkar ke arah kiri. Tumbuhan yang ada berupa
rumput yang agak rapat dan tebal, beberapa pohon cemara tumbuh agak berjauhan
di sepanjang jalur. Di sepanjang jalur ini pendaki tidak bisa saling mendahului
sehingga harus berjalan satu persatu. Sekitar 30 menit menyusuri tepian tebing
terjal akan tampak di depan kita bukit dan padang rumput yang sangat
luas. Sekitar 45 menit melintasi padang rumput selanjutnya berbelok ke
arah kiri maka sampailah kita di sebuah danau yang sangat luas yang disebut
danau Ranu Kumbolo.
Bagi
teman-teman yang ingin muncak ke mahameru jangan lupa persiapkan baju hangan,
persediaan air,makan, dan tenda, masker dan penghangat badan lainnya dan
fisikkk otomatisnya kan …eghhh jangan
lupa bedoa karena kunci utama berdoa meminta keselamatan kepada allah swt, dan
sambut puncak mahameru dengan gebira

mau banget ke puncak mahameru
BalasHapushttp://tiyaslingling.blogspot.com/